Bayang Bayang Yang Tidak Terduga
Mahira duduk di sofa, mata terpaku pada layar televisi. Film "Ipar adalah Maut" baru saja dimulai. Suasana di ruang tamu remang-remang, hanya diterangi cahaya dari layar. Dia merasa nyaman, tetapi saat cerita mulai mengungkapkan sisi gelap dari sebuah hubungan, hatinya bergetar. Mahira: (berbisik pada dirinya sendiri) "Ini hanya film... hanya film." Namun, saat karakter utama, Dimas, muncul—dengan senyum menawannya dan sifat humoris yang mirip suaminya, Raka—Mahira tak bisa menahan diri untuk berpikir. Mahira: (mendengus) "Raka juga sering bercanda seperti itu. Tapi… apa dia bisa jadi seperti Dimas?" Film berlanjut, menampilkan Dimas yang tampak sempurna, namun menyimpan rahasia yang mematikan. Mahira merasakan jantungnya berdebar saat konflik demi konflik terjadi. Dia teringat saat-saat manis bersama Raka, tetapi juga saat-saat ketika Raka menghilang tanpa kabar. Mahira: (berbicara dalam hati) "Apa Raka menyimpan sesuatu dariku? Apa d...